Cara Mulai Bisnis Bagi Pemula

Trik Memulai Bisnis

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Rupiah perkasa di awal perdagangan Kamis (22/7/2021), dolar Amerika Serikat (AS) dilibas hingga kembali ke bawah Rp 14.500/US$. Pemicu utama penguatan tersebut yakni sentimen pelaku pasar yang membaik, jika itu sudah muncul, maka rupiah “seng ada lawan”.┬áBegitu perdagangan hari ini dibuka, rupiah langsung melesat 0,34% ke Rp 14.490/US$ di pasar spot, melansir information Refinitiv. Ini kali pertama rupiah mampu menguat tajam di awal perdagangan, sebelumnya rupiah selalu mengawali perdagangan dengan melemah tipis.

Membaiknya sentimen pelaku pasar terlihat dari menguatnya bursa saham worldwide sejak Rabu kemarin, dan berlanjut di pasar Asia pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan melesat lebih dari 1%. Mata uang Garuda dibuka perkasa pada awal perdagangan Kamis (22/7/2021), menjadi salah satu mata uang Asia yang memimpin penguatan. Berdasarkan information Bloomberg, pukul 09.10 WIB, rupiah menguat 0,2 persen menjadi Rp15.514. Pada pembukaan, rupiah menguat ke posisi Rp14.500 dari penutupan sebelumnya Rp14.542,5.

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah
Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Kurs Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah, sedangkan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia menguat 0,02 persen menjadi 92,773 dibandingkan penutupan sebelumnya 92,759. Nilai tukar rupiah naik tipis 0,01% ke level Rp 14.475 per dolar AS pada pembukaan pasar spot pagi ini. Rupiah menguat terdorong information pengangguran AS yang berada di bawah ekspektasi sehingga memunculkan persepsi pasar bahwa Bank Sentral AS, The Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan longgar dalam waktu lama.

Mengutip Bloomberg, rupiah kian menguat ke Rp 14.466 per dolar AS hingga pukul 09.50 WIB. Mayoritas mata uang Asia menguat. Yen Jepang naik 0,14%, dolar Singapura 0,06%, dolar Taiwan 0,01%, won Korea Selatan 0,02%. rupee India 0,59%, yuan Tiongkok 0,08%, dan ringgit Malaysia 0,02%.

Kala sentimen pelaku pasar membaik, maka aliran modular akan masuk ke negara developing business sector yang memberikan imbal hasil tinggi seperti Indonesia. Alhasil, rupiah menjadi perkasa.

Selain itu, dolar AS yang menyandang status aset aman (place of refuge) juga menjadi kurang menarik ketika sentimen pelaku pasar membaik.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya terpantau bervariasi, won Korea Selatan dibuka menguat 0,17 persen, shower Thailand melemah 0,08 persen, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, peso Filipina naik 0,12 persen, yen Jepang menguat 0,13 persen, rupee India melonjak 0,35 persen dan yuan China cenderung datar.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan dolar AS berdiri di ambang puncak baru sejak awal tahun ini karena kegelisahan melonjaknya infeksi Covid-19 di tengah-tengah ekspektasi kenaikan suku bunga di AS.

“Infeksi AS telah melonjak, terutama di negara bagian yang belum divaksinasi. Information ini yang mengakibatkan dolar naik karena perbedaan hasil telah bergerak melawannya,” tulis Ibrahim dalam riset harian, Rabu (21/7/2021).

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah lima bulan di bawah 1,20 persen pada awal pekan di tengah skeptisisme baru tentang bounce back ekonomi yang kuat dari pandemi.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah berpotensi menguat terbatas pada perdagangan sepanjang hari ini. “Efek information tenaga kerja yang di bawah ekspektasi pasar memunculkan persepsi bahwa Fed akan mempertahankan kebijakan longgar dalam waktu lebih lama,” ujar Ariston kepada, Selasa (6/7).

Hal tersebut, menurut dia, masih menjadi pemicu pelemahan mata uang Negeri Paman Sam terhadap nilai tukar lainnya, termasuk rupiah. Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS turun 0,04% ke level 92.17. Dolar AS quip melemah terhadap mayoritas mata uang utama, seperti euro, pound Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss.