Cara Mulai Bisnis Bagi Pemula

Trik Memulai Bisnis

Kurikulum Pendidikan Humanis

Kurikulum Pendidikan Humanis

Pendidikan humanisme sebagai mekanisme pendidikan nasional, pendidikan ini condong lebih manusiawi dan memprioritaskan komunikasi, di mana bila pendidikan ini terikat akan menjadi satu diantara jembatan dalam membuat watak pelajar. Pendidikan humanis sebagai salah satunya ide yang paling vital untuk tingkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) karena mempunyai toleran yang tinggi antara setiap orang. Dalam merealisasikan pendidikan yang humanis, karena itu perlu support penuh dari sekolah dalam memutuskan sistem pendidikan humanis sebagai usaha untuk hapus kekerasan yang terjadi pada sekolah, di mana sekolah sebagai tempat meningkatkan kekuatan, talenta dan membuat watak pelajar yang bagus

Kurikulum Pendidikan Humanis

Kurikulum sebagai penyuplai pengalaman dalam memperlacar perkembang pelajar. Oleh karenanya, kurikulum sebagai alat untuk capai arah pendidikan dan sekalian sebagai dasar dalam penerapan edukasi kesemua tipe dan tingkatan pendidikan. Aktivitas sepanjang proses evaluasi pelajar berperanan sebagai aktor khusus (student center) yang mengartikan proses pengalaman belajarnya sendiri (Salahudin, 2011). Diharap pelajar pahami kekuatan diri, meningkatkan kekuatan dianya secara positif dan meminimalisir kekuatan diri yang memiliki sifat negatif. Arah evaluasi lebih ke proses belajarnya dibanding hasil belajar. Menurut Sadulloh adapun proses yang biasanya dilewati dalam teori Humanisme ialah:

  1. Merangkum arah belajar yang terang
  2. Mengupayakan keterlibatan aktif pelajar lewat kontrak belajar yang memiliki sifat terang, jujurdan positif.
  3. Menggerakkan pelajar untuk meningkatkan kesiapan pelajar untuk belajar atas ide sendiri
  4. Menggerakkan pelajar untuk sensitif berpikiran krisis, mengartikan proses evaluasi secara berdikari
  5. Pelajar di dorong untuk bebas menyampaikan opini, pilih opsinya sendiri, melakukkan apa yang diharapkan dan memikul risiko dari sikap yang diperlihatkan.
  6. Guru terima pelajar apa yang ada, usaha pahami jalan pemikiran pelajar, tidak memandang secara normatif tapi menggerakkan pelajar untuk bertanggung-jawab atas semua risiko tindakan atau proses belajarnya.
  7. Memberinya peluang siswa untuk maju sesuai kecepatannya
  8. Penilaian diberi secara individu berdasar pencapaian prestasi pelajar.
  9. Wujud program humanisme dalam evaluasi berisi seperti mana langkah berusaha menyatukan ketrampilan dan info kognitif, dengan segi-segi efisien, nilai-nilai dan perilaku antara individu. Berkenaan dengan itu di bawah ini akan dijelaskan beberapa program dalam program humanisme dalam evaluasi.

Kurikulum harus terakarakteristik yang terkait dengan arah, sistem, organisasi, dan penilaian. Arah kurikulum humanis harus ada perubahan individu yang aktif, kredibilitas, dan otonomi sikap personalitas yang sehat dengan lingkungan. Perubahan faktor diri dimulai dari kognitif, seni dan kepribadian di dalam meraih kesetimbangan dengan mengaktulisasi diri. Jika manusia mempunyai watak yang bagus karena itu ia bisa bekerja dengan baik pada lingkungannya.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/