Cara Mulai Bisnis Bagi Pemula

Trik Memulai Bisnis

Budget 10 Juta bisa untuk buka bisnis?

Budget 10 Juta bisa untuk buka bisnis?

Dimasa pandemic seperti ini banyak orang yang terkena phk dan terpaksa kehilangan pekerjaan tentunya akan sulit juga menemukan pekerjaan dimasa saat ini, tak jarang juga banyak orang yang membangun usaha atau bisnis sendiri, namun membangu bisnis sendiri juga bukan hal yang mudah banyak tantangan dan rintangan tak jarang juga banyak yang gagal karena salah strategi. Pernah mendengar bisnis ternak kambing? Tentunya tak asing lagi tapi tau nggak ternyata bisnis yang masih dianggap pekerjaan yang bias aini dapat membuahkan keuntungan yang luar biasa banyaknya loh.

Budget 10 Juta bisa untuk buka bisnis?

 

Tentunya dengan budget 10 juta saja anda dapat membangun bisnis ternak kambing dengan dimulai beberapa ekor terlebih dahulu lalu dikembangbiakan dengan strategi yang baik tentunya dapat menjadi bisnis yang sukses.

Keuntungan ternak kambing

Sama dengan hewan ternak lainnya, ada juga untung ruginya ternak kambing. Berikut ini keuntungan yang bakal kamu dapatkan.

  1. Pasarnya luas 

Pangsa pasar kambing juga luas, karena banyak rumah makan maupun restoran yang mengandalkan olahan kambing sebagai sajian utamanya. Coba saja kamu lihat di pinggir jalan, hampir setiap beberapa ratus meter pasti ada saja warung sate kambing atau gulai kambing.

Belum lagi acara-acara keagamaan seperti akikah dan Idul Adha yang harus dilakukan dengan kurban kambing.

Karena itu, gak ada alasan lagi untuk takut terjun ke bisnis yang satu ini. Selama dijalankan dengan cara yang benar, usaha ini bakalan menghasilkan keuntungan kok.

  1. Panennya cepat 

Jika dirawat dan dipelihara dengan baik, waktu panen kambing terbilang cepat. Dalam satu tahun kamu bisa mendapatkan 25 anak kambing dengan modal ternak dua jantan dan tiga betina saja.

Sementara itu, usia kambing yang siap dijual, adalah yang sudah berumur 8-12 bulan.

  1. Biaya pemeliharaannya murah 

Biaya pemeliharaannya juga murah bila dibandingkan ternak sapi. Karena, kambing tidak membutuhkan lahan yang luas, serta pakan yang ribet. Beberapa kambing bahkan bisa diberi makan dengan rumput hijau saja.

Gagal panen tapi dapat ganti rugi? Bisa, asuransi pertanian akan memberikan ganti rugi atas gagal panen yang kamu alami. Temukan referensi produknya hanya di Lifepal.

Kerugian 

Ada keuntungan pasti ada kerugiannya, berikut ini kerugian yang biasa dialami oleh para peternak.

  1. Bau kambing yang sangat mengganggu

Kerugian menjadi peternak hewan berkaki empat yang satu ini adalah, sering mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar. Penolakan tersebut lantaran bau kambing yang sangat menyengat yang sangat mengganggu penciuman warga.

Oleh sebabnya, kamu perlu mencari lahan yang jauh dari pemukiman warga agar tidak mengalami penolakan.

2. Mudah terserang penyakit

Kambing ternyata termasuk hewan ternak yang mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menjangkiti adalah flu dan cacingan. Kalau flu diakibatkan dari perubahan cuaca yang gak menentu, sedangkan cacingan bisa disebabkan karena pakan yang tidak higienis.

Jenis-jenis kambing 

Sebelum memulai usaha ternak kambing, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis kambing yang pasaran di Indonesia. Ada yang asli lokal ada juga yang hasil perkawinan silang.

  1. Kambing Etawa

Kambing etawa sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan hasil silang antara kambing lokal dengan kambing jamnapari yang berasal Kota Etawah, India.

Persilangan ini dilakukan pada masa penjajahan Belanda dahulu, sekitar tahun 1930-an. Saat itu, kambing jamnapari disilangkan dengan kambing lokal berjenis kacang di Purworejo. Tapi setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno juga kembali membawa kambing jamnapari dari India, namun kali ini disilangkan dengan kambing lokal dari Lumajang.

Kelebihan kambing etawa dari kambing-kambing lainnya adalah postur tubuhnya yang lebih besar dan tebal. Bobotnya untuk yang jantan biasanya mencapai 85 kilogram dan yang betina 80 kilogram.

Selain dagingnya, susu kambing etawa juga dicari-cari. Diyakini, kandungan protein dan kalsiumnya tinggi, jadi sehat untuk dikonsumsi, sama seperti susu sapi.

  1. Kambing Jawa Randu 

Kambing yang ini merupakan hasil dari persilangan kambing etawa dan kacang. Oleh karenanya, secara fisik sedikit lebih mirip dengan kambing kacang, tapi memiliki bobot yang lebih besar.

Kambing jenis ini juga gak cuma dimanfaatkan dagingnya saja, tapi juga bisa diperah susunya. Satu ekor kambing bahkan bisa menghasilkan 1,5 liter susu per harinya. Bobotnya bisa mencapai 40 kilogram, dan pas untuk dijadikan hewan kurban atau acara akikah.

  1. Kambing Kacang

Kambing yang paling ngetren dan paling sering dijadikan hewan ternak di Indonesia adalah kambing berjenis kacang. Kambing ini memiliki ciri fisik kecil bila dibandingkan dengan etawa, tapi dagingnya juga lumayan tebal. Beratnya mencapai 30 kilogram dengan bulu yang tipis di tubuhnya, kecuali bagian janggutnya.

  1. Kambing Gibas

Kambing gibas juga belakangan jadi hewan ternak yang banyak diminati. Fisiknya hampir mirip dengan domba karena bulunya yang tebal, sementara bentuk tubuhnya lebih besar seperti jenis etawa.

Mereka bisa diternak di berbagai daerah, mulai dari pegunungan sampai di daerah panas. Bobot maksimal untuk yang jantan bisa mencapai 45 kilogram dan yang betina mencapai 30 kilogram.

Mengingat Ketika hari besar islam akan tiba tentunya penjualan akan meningkat pesat, biasanya juga harganya akan naik berkali kali lipat, tak hanya itu kambing juga biasanya akan ramai pembeli jika banyak ibu melahirkan , rata rata mereka membali untuk keperluan aqiqah anak merka. Baca juga Kambing Aqiqah