Cara Mulai Bisnis Bagi Pemula

Trik Memulai Bisnis

Bisakah Kaya Dari Saham? Baca Artikel Ini dan Kamu Akan Tahu Jawabannya

Dikutip dari Carabelisaham.id, Pasar saham adalah tempat legal untuk berinvestasi yang berpotensi menghasilkan banyak uang. Warren Edward Buffett adalah salah satu contoh paling populer dari orang-orang sukses yang berinvestasi di saham di seluruh dunia dan banyak digunakan sebagai panutan. Yang dimaksud dengan saham adalah bukti pemilikan modal suatu perseroan terbatas yang memberikan hak atas dividen dan lain-lain sesuai dengan jumlah modal yang disetor.

Investor memperoleh keuntungan berupa kenaikan harga saham jika kinerja perusahaan baik atau dividen jika perusahaan menguntungkan. Investasi saham cenderung menawarkan return yang tinggi dibandingkan dengan sarana investasi lainnya. Namun, itu juga membawa risiko yang sangat tinggi: Harga saham bisa naik dan turun secara dramatis dalam waktu singkat.

Warren Buffett pernah menjadi orang terkaya nomor tiga di dunia pada tahun 2015, menurut majalah Forbes. Pada 2012, majalah Time mengakui dia sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia. Tahun ini kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai $81,7 miliar.

Untuk pemula yang juga ingin sukses berinvestasi saham seperti Warren Buffett, berikut beberapa tips trading saham pemula yang dikutip dari www.CaraBeliSaham.id.

 

1. Kenali Profil Risiko

Sebelum memutuskan berinvestasi saham, sebaiknya ketahui dulu profil risiko Anda. Apa artinya? Ini karena ada banyak saham di pasar saham. Untuk membuat keputusan yang tepat, Anda perlu mengetahui karakter mereka terlebih dahulu.

Jika Anda orang yang nekat, Anda dapat berinvestasi di saham berkapitalisasi menengah dan kecil. ​Di sisi lain, jika Anda adalah tipe hinvestor yang berhati-hati, Anda dapat berinvestasi di saham BUMN dan saham kelas atas. Mengapa?Karena saham ini lebih stabil dan likuid, risikonya lebih rendah.

 

2. Tentukan Tujuan Investasi Anda

Setelah Anda mengetahui profil risiko Anda, pikirkan tujuan investasi jangka panjang, menengah, atau pendek Anda di saham.

Lebih baik berinvestasi di saham setidaknya untuk jangka menengah, masalahnya adalah bahwa dalam jangka pendek Anda akan kehilangan keuntungan karena Anda juga harus membayar komisi perantara.

 

3. Lihat Situasi Ekonomi dan Politik

Jika Anda tidak suka berita, maka sudah saatnya untuk selalu mengikuti berita bisnis, ekonomi, dan bahkan politik. Yang terbaik adalah berinvestasi di saham ketika ekonomi stabil atau membaik. Untuk penilaian pertumbuhan ekonomi, seseorang harus dapat membaca situasi ekonomi negara dengan baik.

 

4. Mulai Dengan Jumlah Kecil

Ada risiko besar jika Anda terlibat dalam berinvestasi di saham. Jadi, pemula harus memulai dengan jumlah kecil terlebih dahulu, misalnya sekitar 10-30 juta rupiah. Ingatlah bahwa berinvestasi di saham dapat menyebabkan Anda kehilangan uang karena risikonya cukup tinggi.

 

5. Melakukan Analisa Dan Review Berkala Terhadap Portofolio

Hal ini dapat dilakukan setiap 3 bulan, 6 bulan, atau setahun sekali. Jika ada saham yang tidak berjalan dengan baik, misalnya produknya gagal di pasaran, kehilangan uang, dll maka di kemudian hari Anda bisa menggantinya dengan saham lain yang lebih baik.

Jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari berinvestasi di saham.

Anda juga bisa membaca informasi menarik lainnya tentang saham di https://carabelisaham.id/