Cara Mulai Bisnis Bagi Pemula

Trik Memulai Bisnis

Biaya Tambahan yang Harus Diketahui Jika ingin Menggunakan Software Akuntansi, Catat!

Pada era revolusi industri seperti sekarang, setiap bisnis perlu melakukan digitalisasi supaya dapat terus bersaing. Salah satunya yaitu dengan menggunakan software akuntansi agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien. Jika ingin menerapkan perangkat lunak tersebut, yuk intip terlebih dahulu biaya tambahan yang perlu anda keluarkan.

Biaya Tambahan Menggunakan Aplikasi Akuntansi

1. Fitur dan Modul Tambahan

Vendor aplikasi akuntansi biasanya telah menyediakan fitur atau modul inti dengan harga standar. Namun di luar fitur tersebut, anda masih bisa meminta modul tambahan apabila bisnis memang memerlukannya. Misalnya modul POS, project management, CRM, dan lain sebagainya yang akan dikenakan biaya tambahan bervariasi tergantung modul yang diminta.

2. Implementasi

Selain harga standar untuk aplikasi akuntansi dengan modul inti, ada pula biaya tambahan untuk implementasi perangkat lunak. Yang mana harga layanan ini bisa bervariasi tergantung vendor yang anda pilih. Dan ini bisa mencakup akses ke spesialis implementasi khusus, instalasi, migrasi data, penyesuaian aplikasi, hingga integrasi.

3. Training

Jika sebelumnya tidak pernah menggunakan software akuntansi, tentu karyawan di perusahaan membutuhkan training agar dapat menggunakan perangkat lunak secara efektif. Biasanya ada vendor yang menawarkan pelatihan ini dengan biaya tambahan, dan ada pula yang menyertakan layanan pelatihan secara gratis.

4. After Sales Service

Sama seperti layanan training, beberapa vendor ada yang menyediakan layanan after sales service secara gratis untuk beberapa kali. Namun ada pula yang tidak menyertakannya, sehingga anda perlu membayar biaya tambahan apabila membutuhkan layanan tersebut. Dan biaya tambahannya pun dapat bervariasi tergantung maintenance dan support yang dibutuhkan.

Model Pembayaran Accounting Software

Terdapat dua model pembayaran accounting software yang umum digunakan, yaitu perpetual licensing dan subscription hosting. Perpetual licensing merupakan model pembayaran yang biasa digunakan untuk aplikasi berbentuk on premise atau hybrid. Jadi perusahaan akan membeli hardware lokal untuk menyimpan database.

Jika memilih menggunakan software on premise, perusahaan pun perlu mempunyai tim IT sendiri sebelum membelinya. Sementara itu, model pembayaran subscription hosting biasanya digunakan untuk software berbasis online atau cloud. Dimana perusahaan tidak menyimpan database di lokal dan tidak mempunyai tim IT sendiri untuk implementasinya.

Kapan Perusahaan Menggunakan Accounting Software ?

Melihat biaya tambahan yang harus dikeluarkan dan model pembayarannya, mungkin beberapa dari anda masih merasa maju mundur untuk menggunakan software akuntansi. Namun perlu diketahui bahwa perangkat lunak ini bisa dibilang sebagai bentuk investasi perusahaan. Karena penggunaannya dapat membantu efisiensi bisnis yang justru bisa memangkas banyak biaya.

Adapun waktu yang tepat untuk menerapkan aplikasi akuntansi yaitu ketika dokumen spreadsheet anda sudah tidak terkendali dan sudah untuk dikontrol. Arus kas yang tidak stabil dan akurat juga mengindikasikan bahwa perusahaan membutuhkan accounting software. Termasuk laporan keuangan yang terlambat karena proses akuntansi masih dilakukan secara manual.

Jadi apakah anda sedang membutuhkan accounting software ? Perangkat lunak tersebut akan menjadi investasi bagi perusahaan, sehingga biaya yang dikeluarkan benar benar sebanding dengan apa yang diperoleh. Anda bisa menghubungi penyedia jasa Soltius Indonesia untuk mendapatkan penawaran terbaik terkait aplikasi akuntansi ini.